Friday , August 29 2014
Breaking News
Home / Artikel / BI Terbitkan Pecahan Baru Rp 2000

BI Terbitkan Pecahan Baru Rp 2000

Bank Indonesia (BI) secara resmi meluncurkan uang pecahan Rp 2.000 sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Uang kertas baru pecahan Rp 2.000 ini didominasi oleh warna abu-abu. Uang pecahan baru tersebut bergambar Pangeran Antasari (Pahlawan Nasional asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan) dengan gambar bagian belakang Tarian Adat Dayak.

BI dalam siaran persnya menjelaskan, pemilihan gambar pada uang tersebut mengacu kepada desain uang kertas sebelumnya yang bertemakan Pahlawan Nasional. Hal ini sebagai bentuk apresiasi kepada para pahlawan dan untuk turut serta melestarikan budaya bangsa.

Peluncuran uang pecahan baru ini dilakukan oleh pejabat sementara (Pjs.) Gubernur Bank Indonesia, Miranda S. Goeltom, didampingi Deputi Gubernur Bank Indonesia bidang pengedaran uang, S. Budi Rochadi, Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Ariffin, dan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang di Banjarmasin, Kalimantan, Kamis (9/7/2009)

“Penerbitan uang kertas emisi baru tersebut merupakan implementasi kebijakan Bank Indonesia di bidang pengedaran uang yaitu untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu dan dalam kondisi yang layak edar,” urai Miranda.

Uang tersebut akan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah mulai tanggal 10 Juli 2009. Uang kertas baru pecahan Rp 2.000 berwarna dominan abu-abu dengan unsur pengaman berupa tanda air bergambar Pangeran Antasari dengan benang pengaman yang tertanam di kertas uang dan bertuliskan BI2000 berulang-ulang yang akan memendar merah di bawah sinar ultraviolet.

Uang kertas pecahan baru ini juga mengakomodasi kebutuhan para tuna netra dengan menyediakan kode tertentu (blind code) di samping kanan bagian muka uang yaitu berupa kotak persegi panjang yang dicetak secara intaglio.

Selain itu, seperti pada saat mengeluarkan uang kertas baru pecahan Rp100.000 dan Rp20.000 tahun emisi 2004, serta Rp50.000 dan Rp10.000 tahun emisi 2005, BI juga mengeluarkan Uncut Banknotes Rp2.000 (uang khusus yang belum dipotong/uang bersambung) sebanyak 4.700 lembaran dengan jenis uang bersambung masing-masing berisi 2 bilyet, 4 bilyet dan 50 bilyet. Sebagai benda koleksi, Uncut Banknotes ini lazim dikeluarkan di berbagai negara sebagai penerbitan uang khusus.

Bagian depan uang kertas baru pecahan 2000 rupiah tersebut berisikan:

  • Gambar tampak: berupa ornamen kalimantan selatan yang memendar berwarna hijau kekuningan bila dilihat dibawah sinar ultraviolet.
  • Gambar saling isi Rectoverso: gambar logo BI yang beradu tepat saling mengisi pada bagian depan dan belakang akan terlihat uruh apabila diterawang ke arah cahaya
  • Gambar tersembunyi : berupa tulisan BI yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.
  • Tanda air : berupa gambar pahlawan nasional pangeran antasari yang akan terlihat apabila diterawang ke arah cahaya.
  • mini teks : berukuran kecil yang dapat dibaca tanpa kaca pembesar berupa tulisan BANKINDONESIA
  • Mikro teks: teks yang hanya dapat dibaca dengan kaca pembesar berupa tulisan ‘BANKINDONESIA’ pada angka nominal 2000, tulisan BANKINDONESIA membentuk ornamen daerah kalimantan, tulisan DUARIBURUPIAH dalam bentuk melingkar dan tulisan BANKINDONESIA yang tersusun secara horisontal.
  • Uang kertas baru pecahan 2000 rupiah ini juga mengakomodasi kebutuhan para tunanetra dengan menyediakan kode Tuna Netra (blind code) di samping kanan bagian muka uang, yaitu berupa kotak persegi panjang yang dicetak secara intaglio.
  • Gambar Pangeran Antasari (pahlawan nasional asal Banjarmasin) merupakan gambaran utama Uang kertas baru pecahan 2000 rupiah ini dicetak secara intaglio, begitu juga angka nominal, tulisan bank indonesia, dan dua ribu rupiah juga di cetak dalam intaglio sehingga terasa kasar apabila diraba.
  • Benang pengaman yang tertanam di kertas uang dan bertuliskan BI2000 berulang-ulang, yang akan memendar berwarna merah di bawah sinar ultraviolet.

Belakang uang kertas baru pecahan 2000 rupiah tersebut berisikan:

  • Gambar utama berupa gambar tarian adat Suku Dayak.
  • Mini teks : berukuran kecil yang dapat dibaca tanpa kaca pembesar berupa tulisan BANKINDONESIA
  • Nomor Seri di kanan atas: tiga huruf dan enam angka berukuran tidak simetris yang memendar orange di bawah sinar ultraviolet
  • Nomor Seri dikiri bawah: tiga huruf dan enam angka berukuran tidak simetris yang memendar hijau di bawah sinar ultraviolet
  • Mikro teks: teks yang hanya dapat dibaca dengan kaca pembesar berupa tulisan ‘BANKINDONESIA’

Sumber: – http://imadeharyoga.com
- http://review-a001.blogspot.com/

 

About Agus Kristianto

Hanya orang biasa yang sangat tertarik pada dunia IT, Blogging, SEO, Social Media dan Internet Marketing. Untuk teman- teman yang ingin mengenal saya lebih lanjut bisa berteman dengan saya melalui icon sosial media di bawah ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>